Kenali 12 Penyebab Mental Illness

Mental illness atau penyakit mental merupakan penyakit yang melibatkan gangguan pada fungsi otak. Penyakit ini dapat mengakibatkan perubahan pemikiran, perasaan dan tingkah-laku seseorang dan dapat menganggu aktivitas normal sehari-hari.

Sebelum membaca artikel ini lebih lanjut yuk baca dulu – Yuk Kenali Apa itu Mental Health

Para peneliti dari Institute for Clinical Evaluative Sciences (ICES) dan Public Heath Ontario pada menjelaskan bahwa rata-rata beban penyakit mental 1,5 kali lebih berat daripada kanker dan tujuh kali lebih besar daripada penyakit infeksi.

Penyebab munculnya mental illness dapat beragam, namun yang paling umum dialami kebanyakan orang yaitu:

  • Stres berat untuk waktu yang lama
  • Trauma signifikan, seperti pertempuran militer, kecelakaan serius atau kejahatan dan kekerasan yang pernah dialami
  • Kekerasan dalam rumah tangga atau pelecehan lainnya
  • Kekerasan pada anak
  • Faktor genetik
  • Kelainan otak
  • Cedera kepala
  • Pengangguran atau kehilangan pekerjaan Anda
  • Kerugian sosial, kemiskinan atau utang
  • Mengalami diskriminasi dan stigma
  • Kematian seseorang yang dekat dengan Anda
  • Tunawisma atau lingkungan perumahan yang buruk

Bagaimana ciri-ciri atau contoh gejala mental illness ?

Gejala dan tanda mental illness tergantung pada jenis gangguan yang dialami. Penderita bisa mengalami gangguan pada emosi, pola pikir, dan perilaku. Beberapa contoh gejala gangguan mental adalah:

  • Waham atau delusi, yaitu meyakini sesuatu yang tidak nyata atau tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.
  • Halusinasi, yaitu sensasi ketika seseorang melihat, mendengar, atau merasakan sesuatu yang sebenarnya tidak nyata.
  • Suasana hati yang berubah-ubah dalam periode-periode tertentu.
  • Perasaan sedih yang berlangsung hingga berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan.
  • Perasaan cemas dan takut yang berlebihan dan terus menerus, sampai mengganggu aktivitas sehari-hari.
  • Gangguan makan misalnya merasa takut berat badan bertambah, cenderung memuntahkan makanan, atau makan dalam jumlah banyak.
  • Perubahan pada pola tidur, seperti mudah mengantuk dan tertidur, sulit tidur, serta gangguan pernapasan dan kaki gelisah saat tidur.
  • Kecanduan nikotin dan alkohol, serta penyalahgunaan NAPZA.
  • Marah berlebihan sampai mengamuk dan melakukan tindak kekerasan.
  • Perilaku yang tidak wajar, seperti teriak-teriak tidak jelas, berbicara dan tertawa sendiri, serta keluar rumah dalam kondisi telanjang.

Bagaimana cara menghadapi mental illness ?

Dikutip hellosehat.com – Cara yang dapat kita lakukan untuk mengahadapi seseorang yang mengalami mental illness yaitu :

1. Hargai mereka

Ketika seorang penderita penyakit mental merasa dihargai dan didengar, maka hal itu akan membuat pikiran dan perasaan mereka lebih mudah membaik.

2. Jangan ikuti halusinasinya

Ketika mereka mengalami halusinasi, hal yang kita harus lakukan adalah jangan ikuti perkataannya dan jangan sampai berpura-pura mengalami hal yang dihalusinasikan mereka.

3. Jangan berbohong

Dengan berbohong kepada mereka, maka akan membuat mereka tidak percaya lagi kepada anda

4. Pahami keadaan mereka

Jangan sekalipun menjauh dari orang-orang penderita penyakit mental bagaimanapun keadaannya. Karena mereka akan selalu membutuhkan kehadiran seseorang di sisinya kapanpun dan dimanapun.

5. Perhatikan ucapan anda

Ketika penderita penyakit mental melakukan atau mengatakan sesuatu, usahakan untuk tidak diam karena diam bukan cara terbaik untuk memperlakukan mereka. Lebih baih beri respon yang positif kepada mereka yang sekiranya dapat membuat mereka merasa nyaman.

Penyakit mental jika tidak ditangani dengan tepat, maka akan memperparah kondisi penderitanya. Kemudian, dukungan sosial juga sangat diperlukan bagi para penderita penyakit mental. Kita tidak boleh men-judge orang-orang yang menderita penyakit mental sembarangan. 

Hal penting yang harus kita lakukan adalah dengan merangkul mereka yang membutuhkan support dari orang-orang di sekitarnya. Kita tidak boleh menghakimi mereka dengan menyalahkan apa yang menjadi penyebab mereka menjadi seperti itu. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *