Jangan Salah Paham, Ayo Pahami apa itu Psikopat

Saat ini kita sering mendengar istilah psikopat dimana-mana baik dari internet, medsos, hingga film. Bahkan, tes psikopat sudah beredar dimana-mana dan sangat mudah ditemui khususnya yang sering kita lihat di medsos (misal facebook). Tapi tahukan anda sebenarnya apa itu Psikopat ?

Dilansir dari liputan6.com – Dalam ilmu kedokteran psikopat adalah gangguan kepribadian yang ditandai dengan sikap tidak sensitif, kasar, manipulatif, mencari sensasi dan antisosial. Penyebab pasti psikopat tidak bisa diidentifikasi secara pasti. Gangguan ini diprediksi timbul karena pengaruh genetik dan pengalaman traumatis masa lampau.

Apakah Psikopat Memiliki Perasaan Empati ?

Persepsi umum tentang psikopat yang kita dapatkan dari film, mungkin hanya seorang pembunuh berdarah dingin. Tentu pembunuh bisa kita anggap tak memiliki empati, karena mereka merasa tidak bersalah. Namun psikopat lebih kompleks dari itu.

Mereka bukannya tidak berempati, namun bisa beralih dari mampu berempati dengan baik menjadi berdarah dingin tak memiliki empati. Peralihan ini ada di kepala mereka. Peralihan ini bisa terjadi dengan pilihan mereka, dan berbagai faktor eksternal.

Bagi sebagian besar masyarakat, empati adalah perasaan yang muncul secara alami. Namun psikopat bisa menjadikan perasaan empati yang mendalam sebagai keinginan yang bisa dilakukan kapan saja, dan tidak muncul secara alami.

Psikopat itu Gangguan Jiwa atau Mental Ilness ?

Psikopat yang diperlihatkan di film atau televisi, biasanya adalah pembunuh atau mereka yang mampu melakukan kejahatan keji. Dengan penggambaran tersebut, kebanyakan dari kita menganggap psikopat adalah gangguan kejiwaan.

Menurut American Psychiatric Association, psikopatik adalah gangguan kepribadian, bukan kejiwaan. Hal ini berarti psikopat itu mirip orang yang anti-sosial atau narsistik, di mana itu adalah kepribadian mereka, bukan mental. Alih-alih, psikopat berada pada kontrol yang baik terhadap kondisi mentalnya. Bahkan, mereka juga disebut sebagai orang yang sebenarnya mengerti batasan antara baik dan buruk.

Baca juga : Kenali 12 Penyebab Mental Illness

Psikopat itu Biasanya Pembunuh ?

Serupa dengan apa yang kami bahas sebelumnya, kata psikopat terlalu banyak dipakai. Bahkan untuk mendeskripsikan pembunuh atau penjahat. Tapi ada kemungkinan bahwa sebenarnya mereka bukanlah psikopat.

Ada sebuah daftar yang bernama PCL-R, atau Psychopatic Checklist-Revised, yang merupakan alat penilaian psikologis yang paling umum digunakan untuk menilai seseorang memiliki sifat psikopatik atau tidak. Berbagai sifat ada dalam daftar ini, mulai dari pembohong patologis, sulit menerima tanggung jawab, tidak realistis, gaya hidup parasit, dan lain sebagainya.

Namun harus diakui bahwa berbagai pembunuh dan penjahat lain mungkin memang memiliki sifat yang ada di PCL-R, namun bukan berarti mereka psikopatik. Bahkan, tiap manusia pasti punya satu atau dua sifat yang masuk dalam daftar tersebut.

Seorang Psikopat Tidak Memiliki Emosi ?

Jika Anda berpikir kalau para psikopat itu dalam fase yang sangat emosi, hingga mereka pada akhirnya bisa menjadi psikopat berdarah dingin, itu merupakan asumsi yang salah. Sebaliknya, psikopat menjadi seperti itu karena tidak memiliki empati, dan juga emosi.

Perlu diketahui, emosi yang kita asumsikan biasanya itu merupakan emosi negatif. Sebenarnya emosi positif itu juga ada, seperti cinta. Dan seperti yang disampaikan sebelumnya, psikopat tak ‘direngkuh’ oleh emosi positif dan empati.

Meski demikian, dalam sebuah jurnal yang meneliti psikopat yang dipublikasikan di NCBI, para psikopat memang sulit merasakan emosi, namun mereka punya momen-momen tertentu yang dapat memicu munculnya getaran emosi dalam dirinya.

Baca juga : Yuk Kenali Apa itu Mental Health

Kata Psikopat Tidak Ada Di Dunia Medis

Frasa psikopat sering kita dengar di budaya pop. Namun di dunia medis, kata tersebut sulit didefinisikan, bahkan tidak jelas.

Dalam kamus penyakit mental dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders, psikopat tidak akan ditemukan. Kondisi paling dekat dari psikopatik hanyalah anti-sosial.

Bisa disimpulkan bahwa sebenarnya psikopat bukanlah diagnosa yang valid secara medis. Jadi, sebenarnya para psikopat hanyalah versi buruk dari perilaku anti-sosial.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *